<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita dalam Bahasa &#187; hujan</title>
	<atom:link href="http://cerita.dalambahasa.byputy.com/tag/hujan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cerita.dalambahasa.byputy.com</link>
	<description>Ketika Saya Mencoba Menulis dalam Bahasa Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 May 2010 13:25:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Hujan Lagi Malam Ini</title>
		<link>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/02/14/hujan-lagi-malam-ini/</link>
		<comments>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/02/14/hujan-lagi-malam-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 08:37:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baris-baris]]></category>
		<category><![CDATA[hujan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.dalambahasa.byputy.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Malam ini hujan lagi,
seperti kemarin, dan dua hari, atau sekian hari yang lalu
saat tanah dan rumput basah, tanpa sinar matahari,
tanpa drama, dan tidak akan ada pelangi
Sepertinya perpanjangan musim hujan adalah keputusan.
Karena terlalu banyak yang harus dicuci:
dosa saya, dosa anda, dosa kita saat mengingkari janji atas belantara
Karena terlalu banyak yang harus dialiri agar seharusnya:
selokan, sungai, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malam ini hujan lagi,<br />
seperti kemarin, dan dua hari, atau sekian hari yang lalu<br />
saat tanah dan rumput basah, tanpa sinar matahari,<br />
tanpa drama, dan tidak akan ada pelangi</p>
<p>Sepertinya perpanjangan musim hujan adalah keputusan.<br />
Karena terlalu banyak yang harus dicuci:<br />
dosa saya, dosa anda, dosa kita saat mengingkari janji atas belantara<br />
Karena terlalu banyak yang harus dialiri agar seharusnya:<br />
selokan, sungai, dan baskom-baskom yang menunggu di bawah celah kebocoran yang menganga<br />
Karena terlalu banyak yang harus dihentikan:<br />
api, dan pemantiknya, dan puntung-puntung yang setengah menyala<br />
Karena terlalu banyak yang tidak boleh dibiarkan kering:<br />
penghijauan, atau mata-mata yang sudah habis airnya, saat menangis meminta</p>
<p>Malam ini hujan lagi,<br />
berjayalah klenteng-klenteng dan seisinya<br />
keputusan adalah berkat<br />
dan naga, tidak akan pernah sembunyi karenanya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/02/14/hujan-lagi-malam-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kita Selalu Punya</title>
		<link>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2009/08/08/kita-selalu-punya/</link>
		<comments>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2009/08/08/kita-selalu-punya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 04:05:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Pendek]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[hujan]]></category>
		<category><![CDATA[mati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.dalambahasa.byputy.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Kita selalu punya terlalu banyak kekhawatiran atas hidup lalu mati. 365 dalam setahun. 24 dalam satu hari. 60 dalam satu menit. Padahal kita tau kita fana.
Kita tahu semua dupa akan padam, sebagaimana semua kembang api akan terlontar, lalu hilang oleh malam. Kita tahu semua lilin yang hidup akan mati, sambil merembeti kue ulang tahun, dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita selalu punya terlalu banyak kekhawatiran atas hidup lalu mati. 365 dalam setahun. 24 dalam satu hari. 60 dalam satu menit. Padahal kita tau kita fana.</p>
<p>Kita tahu semua dupa akan padam, sebagaimana semua kembang api akan terlontar, lalu hilang oleh malam. Kita tahu semua lilin yang hidup akan mati, sambil merembeti kue ulang tahun, dengan atau tanpa krim dan buah ceri. Kita tahu tiap buku akan selesai dengan sampul belakang setelah halaman-halaman kosong, dan akhir cerita. Kita tahu mereka tidak berhasil: dari Gilgamesh dari Mesopotamia kuno, sampai Lord Voldemort yang direka di abad 21.</p>
<p>Kita tahu kita bukan hujan, yang kekal, tapi tidak hidup. Yang tidak hidup tapi memberi kehidupan.</p>
<p><em>Kita perlu belajar untuk rela. Rela dan mengikhlaskan.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2009/08/08/kita-selalu-punya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
