Hujan Lagi Malam Ini

February 14th, 2010 # 0

Malam ini hujan lagi,
seperti kemarin, dan dua hari, atau sekian hari yang lalu
saat tanah dan rumput basah, tanpa sinar matahari,
tanpa drama, dan tidak akan ada pelangi

Sepertinya perpanjangan musim hujan adalah keputusan.
Karena terlalu banyak yang harus dicuci:
dosa saya, dosa anda, dosa kita saat mengingkari janji atas belantara
Karena terlalu banyak yang harus dialiri agar seharusnya:
selokan, sungai, dan baskom-baskom yang menunggu di bawah celah kebocoran yang menganga
Karena terlalu banyak yang harus dihentikan:
api, dan pemantiknya, dan puntung-puntung yang setengah menyala
Karena terlalu banyak yang tidak boleh dibiarkan kering:
penghijauan, atau mata-mata yang sudah habis airnya, saat menangis meminta

Malam ini hujan lagi,
berjayalah klenteng-klenteng dan seisinya
keputusan adalah berkat
dan naga, tidak akan pernah sembunyi karenanya

Kita Selalu Punya

August 8th, 2009 # 0

Kita selalu punya terlalu banyak kekhawatiran atas hidup lalu mati. 365 dalam setahun. 24 dalam satu hari. 60 dalam satu menit. Padahal kita tau kita fana.

Kita tahu semua dupa akan padam, sebagaimana semua kembang api akan terlontar, lalu hilang oleh malam. Kita tahu semua lilin yang hidup akan mati, sambil merembeti kue ulang tahun, dengan atau tanpa krim dan buah ceri. Kita tahu tiap buku akan selesai dengan sampul belakang setelah halaman-halaman kosong, dan akhir cerita. Kita tahu mereka tidak berhasil: dari Gilgamesh dari Mesopotamia kuno, sampai Lord Voldemort yang direka di abad 21.

Kita tahu kita bukan hujan, yang kekal, tapi tidak hidup. Yang tidak hidup tapi memberi kehidupan.

Kita perlu belajar untuk rela. Rela dan mengikhlaskan.

Anda berada pada

Anda sedang membaca tulisan-tulisan dengan dengan tag hujan pada Cerita dalam Bahasa.