<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita dalam Bahasa &#187; hidup</title>
	<atom:link href="http://cerita.dalambahasa.byputy.com/tag/hidup/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cerita.dalambahasa.byputy.com</link>
	<description>Ketika Saya Mencoba Menulis dalam Bahasa Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 May 2010 13:25:07 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kita Selalu Punya</title>
		<link>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2009/08/08/kita-selalu-punya/</link>
		<comments>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2009/08/08/kita-selalu-punya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 04:05:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Pendek]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[hujan]]></category>
		<category><![CDATA[mati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.dalambahasa.byputy.com/?p=71</guid>
		<description><![CDATA[Kita selalu punya terlalu banyak kekhawatiran atas hidup lalu mati. 365 dalam setahun. 24 dalam satu hari. 60 dalam satu menit. Padahal kita tau kita fana.
Kita tahu semua dupa akan padam, sebagaimana semua kembang api akan terlontar, lalu hilang oleh malam. Kita tahu semua lilin yang hidup akan mati, sambil merembeti kue ulang tahun, dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kita selalu punya terlalu banyak kekhawatiran atas hidup lalu mati. 365 dalam setahun. 24 dalam satu hari. 60 dalam satu menit. Padahal kita tau kita fana.</p>
<p>Kita tahu semua dupa akan padam, sebagaimana semua kembang api akan terlontar, lalu hilang oleh malam. Kita tahu semua lilin yang hidup akan mati, sambil merembeti kue ulang tahun, dengan atau tanpa krim dan buah ceri. Kita tahu tiap buku akan selesai dengan sampul belakang setelah halaman-halaman kosong, dan akhir cerita. Kita tahu mereka tidak berhasil: dari Gilgamesh dari Mesopotamia kuno, sampai Lord Voldemort yang direka di abad 21.</p>
<p>Kita tahu kita bukan hujan, yang kekal, tapi tidak hidup. Yang tidak hidup tapi memberi kehidupan.</p>
<p><em>Kita perlu belajar untuk rela. Rela dan mengikhlaskan.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2009/08/08/kita-selalu-punya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
