<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita dalam Bahasa</title>
	<atom:link href="http://cerita.dalambahasa.byputy.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cerita.dalambahasa.byputy.com</link>
	<description>Ketika Saya Mencoba Menulis dalam Bahasa Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 01 Sep 2010 19:44:28 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Salahkah?</title>
		<link>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/09/01/salahkah/</link>
		<comments>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/09/01/salahkah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Sep 2010 19:16:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kalimat]]></category>
		<category><![CDATA[malam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.dalambahasa.byputy.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Jika malam ini lampu-lampu jalan dimatikan
Jika pemain saxophone jalanan terus melirik ponselnya
menunggu jawaban
salahkah?
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika malam ini lampu-lampu jalan dimatikan<br />
Jika pemain <em>saxophone</em> jalanan terus melirik ponselnya</p>
<p>menunggu jawaban</p>
<p>salahkah?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/09/01/salahkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Untuk Ateis</title>
		<link>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/05/15/surat-untuk-ateis/</link>
		<comments>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/05/15/surat-untuk-ateis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 12:20:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Pendek]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.dalambahasa.byputy.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[
Halo teman-teman penganut paham Ateis di luar sana :)
Pertama-tama, saya harap teman-teman tidak ada yang tersinggung dengan tulisan saya ini. Dunia sudah masuk zaman Twitter sekarang; zaman orang bacot sana-sini sudah biasa, tho?
Perkenalkan, nama saya Puti. Saya orang Islam, dan saya percaya Tuhan. Saya memanggil tuhan saya &#8216;Allah SWT&#8217;. Iya, &#8216;panggilan&#8217;, sebab begitulah saya menyebut-Nya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-171 aligncenter" src="http://cerita.dalambahasa.byputy.com/wp-content/uploads/2010/05/pohon.jpg" alt="" width="420" height="278" /></p>
<blockquote><p>Halo teman-teman penganut paham Ateis di luar sana :)</p>
<p>Pertama-tama, saya harap teman-teman tidak ada yang tersinggung dengan tulisan saya ini. Dunia sudah masuk zaman Twitter sekarang; zaman orang <em>bacot</em> sana-sini sudah biasa, <em>tho</em>?</p>
<p>Perkenalkan, nama saya Puti. Saya orang Islam, dan saya percaya Tuhan. Saya memanggil tuhan saya &#8216;Allah SWT&#8217;. Iya, &#8216;panggilan&#8217;, sebab begitulah saya menyebut-Nya. Panggilan bukan definisi. Panggilan, atau nama boleh jadi objektif, dimana jutaan orang lainnya memanggil tuhan saya dengan kata yang sama. Namun definisi adalah subjektif.</p>
<p>Adalah hal yang sangat sulit mendefinisikan Tuhan. Bagi saya, Tuhan terlalu istimewa untuk didefinisikan. Seperti cinta. Seperti cinta juga, walaupun saya tidak dapat mendefinisikannya tapi saya percaya. Saya percaya pada Tuhan saya, Allah SWT. Saya percaya Dia ada. Entah bagaimana menjelaskan caraNya mengawasi saya, melindungi saya, menyayangi saya, tapi saya merasakannya.</p>
<p>Saya sendiri merasa beruntung percaya bahwa Dia ada. Saya percaya bahwa Dia ada dan Maha Kuasa. Ketika saya menginginkan dapat beasiswa, saya berdoa (<em>tentu berusaha juga</em>). Ketika takut karena saya sering mimpi buruk, saya membaca ayat kursi. Ketika saya mendapat rezeki, saya bersyukur, dan saya percaya, ketika kita bersyukur, rezeki saya akan ditambah lagi. Ketika ibu saya menderita tumor di kepala, saya berdoa dan bernazar (<em>alhamdulillah, ibu saya sembuh</em>). Seharusnya lebih dari sekedar punya orang tua yang sangat kaya, punya Tuhan lebih dari luar biasa.</p>
<p>Doa-doa saya ada yang tidak dikabulkan. Saya tidak lolos pertukaran pelajar waktu SMA walaupun sudah belajar mati-matian. Awal tahun 2008, saya berdoa supaya punya pacar tahun itu, tapi <em>toh</em> tidak terkabul juga, hehe. Banyak juga sih yang &#8217;seolah&#8217; tidak dijawabNya. Seperti dulu waktu kecil saya minta kepada orang tua untuk dibelikan PlayStation, tapi Ayah saya tidak mau membelikan. Namun beberapa bulan kemudian saya dibelikan komputer. <em>Hal yang lebih baik daripada yang saya minta</em>. Saya mengerti, Tuhan juga begitu. Mungkin kalau dulu saya ikut pertukaran pelajar, mungkin saya tidak di Geologi ITB sekarang. Dan soal pacar, sekarang saya punya pacar loh. Pacar saya sekarang bukan seperti yang saya sebut dalam doa, tapi tidak apa-apa kok. Dia sahabat saya :)</p>
<p>Teman-teman, saya hanya sekedar bercerita loh. Jangan menganggap saya men<em>judge </em>kalian jahat karena tidak percaya Tuhan ya. Saya senang berbagi, dan saya senang juga dibagi. Jadi saya juga suka bertanya. Kemudian pertanyaan saya adalah, <em>tidak sedihkah teman-teman tidak (merasa) punya Tuhan?</em> :(</p>
<p>Menyenangkan loh (merasa) punya Tuhan :)</p>
<p>Teman-teman, lain kali kita sambung lagi ya.</p>
<p>
Salam,</p>
<p>Puti Karina Puar</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/05/15/surat-untuk-ateis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akhirnya,</title>
		<link>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/05/02/akhirnya/</link>
		<comments>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/05/02/akhirnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 May 2010 12:42:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baris-baris]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[humanisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.dalambahasa.byputy.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya,
Setelah beberapa malam panjang yang melelahkan,
Setelah siang-siang yang penuh,
Kita akan kembali pada udara yang terisi aroma sarapan dan pakaian yang baru dijemur
Pada kesibukan humanis yang sederhana
Pada sebuah pagi yang damai dan sementara
Akhirnya, besok.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya,</p>
<p>Setelah beberapa malam panjang yang melelahkan,<br />
Setelah siang-siang yang penuh,</p>
<p>Kita akan kembali pada udara yang terisi aroma sarapan dan pakaian yang baru dijemur<br />
Pada kesibukan humanis yang sederhana<br />
Pada sebuah pagi yang damai dan sementara</p>
<p>Akhirnya, besok.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/05/02/akhirnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wisuda April 2010</title>
		<link>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/04/12/wisuda-april-2010/</link>
		<comments>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/04/12/wisuda-april-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 02:50:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Pendek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.dalambahasa.byputy.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[
Katakan wisuda, dan kebanyakan orang akan berpikir tentang toga. Namun yang ada di dalam adalah sebuah pencapaian. Pencapaian atas rangkaian mimpi; mimpi untuk masuk, mimpi untuk bertahan, diakhiri dengan mimpi untuk keluar dan menyandang Ganesha di dada.
Kalian telah sampai, dan harus segera berangkat lagi. Harus ada mimpi-mimpi baru yang lebih tinggi pada hati yang tetap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://cerita.dalambahasa.byputy.com/wp-content/uploads/2010/04/gea.jpg" alt="" /></p>
<p>Katakan wisuda, dan kebanyakan orang akan berpikir tentang toga. Namun yang ada di dalam adalah sebuah pencapaian. Pencapaian atas rangkaian mimpi; mimpi untuk masuk, mimpi untuk bertahan, diakhiri dengan mimpi untuk keluar dan menyandang Ganesha di dada.</p>
<p>Kalian telah sampai, dan harus segera berangkat lagi. Harus ada mimpi-mimpi baru yang lebih tinggi pada hati yang tetap sederhana. Besok, lusa, dan seterusnya, kalian akan datang sebagai tamu kami. Jadi, selamat mengembara, dan buatlah kami semua bangga.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Katakan wisuda, kami mendefinisikannya sebagai, <em>&#8220;selamat untuk segalanya.&#8221;</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/04/12/wisuda-april-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kau</title>
		<link>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/04/11/kau/</link>
		<comments>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/04/11/kau/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 22:42:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alinea Pendek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.dalambahasa.byputy.com/?p=151</guid>
		<description><![CDATA[Jingga adalah pujian pelan untuk senja. Kau, adalah ribuan senja, memanggilku pulang. #anjinggombal

Saya tidak pandai merayu, saya hanya senang memuji. Memuji senja, kemudian malam. Memuji pagi, kemudian rumput-rumput segar.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p style="font-size: 150%;">Jingga adalah pujian pelan untuk senja. Kau, adalah ribuan senja, memanggilku pulang. <a href="http://http://twitter.com/Anjinggombal/status/11994090701">#anjinggombal</a></p>
</blockquote>
<p><em>Saya tidak pandai merayu, saya hanya senang memuji. Memuji senja, kemudian malam. Memuji pagi, kemudian rumput-rumput segar.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/04/11/kau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kota Bernama Malam</title>
		<link>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/03/28/kota-bernama-malam/</link>
		<comments>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/03/28/kota-bernama-malam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Mar 2010 16:10:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kalimat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.dalambahasa.byputy.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Jauh dari keramaian, di atas bukit. Pada sesuatu yang kita sebut rumah, yang bercahaya di balik kabut. Tidak kalah oleh senja, atau shubuh; waktu adzan dikumandangkan. Waktu gelap. Waktu binatang-binatang mulai pulang.
Kita menciptakan kota bernama: Malam.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jauh dari keramaian, di atas bukit. Pada sesuatu yang kita sebut rumah, yang bercahaya di balik kabut. Tidak kalah oleh senja, atau shubuh; waktu adzan dikumandangkan. Waktu gelap. Waktu binatang-binatang mulai pulang.</p>
<p>Kita menciptakan kota bernama: <em>Malam</em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/03/28/kota-bernama-malam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kapan Kita ke Pantai?</title>
		<link>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/03/17/kapan-kita-ke-pantai/</link>
		<comments>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/03/17/kapan-kita-ke-pantai/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 10:23:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tulisan Pendek]]></category>
		<category><![CDATA[laut]]></category>
		<category><![CDATA[pantai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.dalambahasa.byputy.com/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[
Saya sudah membeli kamera tahan air. Sunblock bisa kita beli sebelum berangkat. Handuk selalu tersedia, dan kita selalu percaya bahwa minuman kaleng adalah teknologi. Jadi kapan kita ke pantai?
Saya butuh dibohongi, seperti laut yang berpura-pura biru, padahal dia tidak berwarna. Seperti langit yang berpura-pura cerah, lalu berubah keemasan, padahal sebenarnya hitam. Seperti kapal layar yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="size-full wp-image-142  aligncenter" src="http://cerita.dalambahasa.byputy.com/wp-content/uploads/2010/03/pantai.jpg" alt="" width="400" height="300" /></p>
<p>Saya sudah membeli kamera tahan air. Sunblock bisa kita beli sebelum berangkat. Handuk selalu tersedia, dan kita selalu percaya bahwa minuman kaleng adalah teknologi. Jadi kapan kita ke pantai?</p>
<p>Saya butuh dibohongi, seperti laut yang berpura-pura biru, padahal dia tidak berwarna. Seperti langit yang berpura-pura cerah, lalu berubah keemasan, padahal sebenarnya hitam. Seperti kapal layar yang terlihat membesar di cakrawala, padahal dia selalu kecil dan siap ditelan ombak.</p>
<p>Saya akan menyiapkan bekal dalam keranjang dan topi jerami. Tapi jika itu berlebihan, saya hanya akan memotret ikan. Lalu kita, dengan snorkel. Mungkin matahari, sebagai pembohong, sekaligus penafkah terbaik bagi bumi. Karang-karang dan kulit kerang. Saya akan memotret laut dangkal.</p>
<p>Jadi kapan kita ke pantai?</p>
<p>Saya butuh menulis di pasir. Menulis satu-dua kata tentang ketidak-ikhlasan. Agar semua hilang ketika pasang datang dan kita pulang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/03/17/kapan-kita-ke-pantai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hujan Lagi Malam Ini</title>
		<link>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/02/14/hujan-lagi-malam-ini/</link>
		<comments>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/02/14/hujan-lagi-malam-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 08:37:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baris-baris]]></category>
		<category><![CDATA[hujan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.dalambahasa.byputy.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Malam ini hujan lagi,
seperti kemarin, dan dua hari, atau sekian hari yang lalu
saat tanah dan rumput basah, tanpa sinar matahari,
tanpa drama, dan tidak akan ada pelangi
Sepertinya perpanjangan musim hujan adalah keputusan.
Karena terlalu banyak yang harus dicuci:
dosa saya, dosa anda, dosa kita saat mengingkari janji atas belantara
Karena terlalu banyak yang harus dialiri agar seharusnya:
selokan, sungai, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Malam ini hujan lagi,<br />
seperti kemarin, dan dua hari, atau sekian hari yang lalu<br />
saat tanah dan rumput basah, tanpa sinar matahari,<br />
tanpa drama, dan tidak akan ada pelangi</p>
<p>Sepertinya perpanjangan musim hujan adalah keputusan.<br />
Karena terlalu banyak yang harus dicuci:<br />
dosa saya, dosa anda, dosa kita saat mengingkari janji atas belantara<br />
Karena terlalu banyak yang harus dialiri agar seharusnya:<br />
selokan, sungai, dan baskom-baskom yang menunggu di bawah celah kebocoran yang menganga<br />
Karena terlalu banyak yang harus dihentikan:<br />
api, dan pemantiknya, dan puntung-puntung yang setengah menyala<br />
Karena terlalu banyak yang tidak boleh dibiarkan kering:<br />
penghijauan, atau mata-mata yang sudah habis airnya, saat menangis meminta</p>
<p>Malam ini hujan lagi,<br />
berjayalah klenteng-klenteng dan seisinya<br />
keputusan adalah berkat<br />
dan naga, tidak akan pernah sembunyi karenanya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/02/14/hujan-lagi-malam-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Malam Sebelum Pulang</title>
		<link>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/01/16/malam-sebelum-pulang/</link>
		<comments>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/01/16/malam-sebelum-pulang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 18:39:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alinea Pendek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.dalambahasa.byputy.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Selalu ada yang memberatkan gerakan tangan untuk berkemas, dan memperlambat kaki untuk berjalan, pada malam sebelum pulang. Entah apa definisi pulang, tapi saya memaknainya sebagai kembali ke rumah, dan rumah seharusnya adalah di manapun hati berada.
Saya kembali cepat, namun sulit sekali rasanya untuk terlelap.
Semoga semuanya baik-baik saja.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selalu ada yang memberatkan gerakan tangan untuk berkemas, dan memperlambat kaki untuk berjalan, pada malam sebelum pulang. Entah apa definisi pulang, tapi saya memaknainya sebagai kembali ke rumah, dan rumah seharusnya adalah di manapun hati berada.</p>
<p>Saya kembali cepat, namun sulit sekali rasanya untuk terlelap.</p>
<p><em>Semoga semuanya baik-baik saja.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/01/16/malam-sebelum-pulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Ingin</title>
		<link>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/01/07/aku-ingin/</link>
		<comments>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/01/07/aku-ingin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jan 2010 02:04:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Puty</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kutipan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.dalambahasa.byputy.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
—Sapardi Djoko Darmono
Ya, dengan sederhana.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img src="http://cerita.dalambahasa.byputy.com/wp-content/uploads/2010/01/DSC_0607.jpg" alt="" width="435" height="290" /></p>
<blockquote><p>Aku ingin mencintaimu dengan sederhana<br />
dengan kata yang tak sempat diucapkan<br />
kayu kepada api yang menjadikannya abu</p>
<p>Aku ingin mencintaimu dengan sederhana<br />
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan<br />
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.</p>
<p><strong>—Sapardi Djoko Darmono</strong></p></blockquote>
<p><em>Ya, dengan sederhana.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.dalambahasa.byputy.com/2010/01/07/aku-ingin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
