Skip to content

Kapan Kita ke Pantai?

Saya sudah membeli kamera tahan air. Sunblock bisa kita beli sebelum berangkat. Handuk selalu tersedia, dan kita selalu percaya bahwa minuman kaleng adalah teknologi. Jadi kapan kita ke pantai?

Saya butuh dibohongi, seperti laut yang berpura-pura biru, padahal dia tidak berwarna. Seperti langit yang berpura-pura cerah, lalu berubah keemasan, padahal sebenarnya hitam. Seperti kapal layar yang terlihat membesar di cakrawala, padahal dia selalu kecil dan siap ditelan ombak.

Saya akan menyiapkan bekal dalam keranjang dan topi jerami. Tapi jika itu berlebihan, saya hanya akan memotret ikan. Lalu kita, dengan snorkel. Mungkin matahari, sebagai pembohong, sekaligus penafkah terbaik bagi bumi. Karang-karang dan kulit kerang. Saya akan memotret laut dangkal.

Jadi kapan kita ke pantai?

Saya butuh menulis di pasir. Menulis satu-dua kata tentang ketidak-ikhlasan. Agar semua hilang ketika pasang datang dan kita pulang.

Categories: Tulisan Pendek.

Tags: ,

Comment Feed

4 Responses

  1. Lay Out barunya bagus, Puti… :)

    “Saya butuh dibohongi, seperti laut yang berpura-pura biru, padahal dia tidak berwarna. Seperti langit yang berpura-pura cerah, lalu berubah keemasan, padahal sebenarnya hitam. Seperti kapal layar yang terlihat membesar di cakrawala, padahal dia selalu kecil dan siap ditelan ombak.”

    Suka tulisanmu di atas… layaknya kita yg selalu dan selalu hidup dalam kebohongan…

  2. Alhmd dapet renungan lagi. lebih dari satu tafsiran yang aku mengerti dari tulisan ini. aku merasakan ada keganjilan antara diriku dengan tulisan ini. tapi aku mengucapkan terima kasih banyak..

  3. aah putii.. tulisannya luar biasa, seperti biasa..
    dan gue juga sangat ingin ke panta :P

    rayhannaMay 9, 2010 @ 5:54 am
  4. God does bless you Prof… Ngeri kali kalimatnya :)

    Hardika NugrahaAugust 4, 2010 @ 12:54 pm



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.