Entah berapa alinea lagi yang akan saya gunakan, dalam memori saya yang tidak lapang ini, untuk merekam kalian. Keluarga kedua saya. Masa-masa jaya kita. Sebuah kota yang setiap saya sudutnya ingin saya abadikan, dalam foto atau rekaman suara, agar saya selalu ingat persis dimana saya meninggalkan separuh hati saya.
Cerita dalam Bahasa
Ketika Saya Mencoba Menulis dalam Bahasa Indonesia